Setiap orang itu akan ada masa nya di mana semuanya akan terasa kabur. Antara ingin melangkah maju tapi untuk apa, dan ingin berjuang hidup tapi tidak tahu untuk apa.
Fase ini dirasakan ketika semua untaian doa kita langit kan tapi terasa menggantung dan setiap hari yang kita lalui seolah olah sama saja.
Namun ternyata, fase ini sebenarnya bukanlah akhir dari perjalanan hidup ini. Nyatanya, fase ini merupakan bagian bahkan awal dari proses mengenali jati diri dan proses mencari arah tujuan kehidupan yang sebenarnya.
Terkadang, mungkin Allah membuat jalan kita ini menjadi gelap gulita, tapi bukan Allah bermaksud untuk memerintahkan kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya. Melainkan agar bagaimana kita berusaha untuk mencari cahaya-Nya yang diperuntuk kan untuk menerangi jalan yang gelap gulita tersebut.
Dalam diam dan kebingungan ini, aku mulai menyadari bahwa mungkin hidup ini bukan hanya sekadar untuk mencari arah hidup, tetapi juga mencari ketenangan hati dalam mengenal dzat-Nya.
Arah hidup bukan hanya tentang pekerjaan atau cita-cita, tapi tentang untuk siapa dan karena siapa kita berjalan. Selama tujuan kita adalah Allah, maka tidak ada langkah yang sia-sia. Bahkan langkah yang tersesat sekalipun, akan membawa kita pulang pada-Nya.
Kini aku paham, bahwa kebingungan bukan berarti lemah, tapi tanda bahwa hati sedang berusaha tumbuh.
Jadi, jika kamu juga sedang bingung, jangan takut. Gunakan masa itu untuk mendekat, bukan menjauh. Karena kadang, arah terbaik bukan ditemukan di luar diri, tapi di dalam doa yang tulus dan hati yang tenang.