Dalam menjelaskan hukum wajib dalam qodlo’ sholat, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau kerap di kenal Gus Baha menceritakan asal muasal qodlo’ sholat.
Supaya nanti jenengan(anda) nggak salah faham yang dikatakan Pak Quraish tadi, memang ada peristiwa فُرُوعِيَّةٌ (Furuiyah – Cabang) seperti itu. Yang saya beri contoh. Sholat قضاء (Qodlo’ – Mengganti) itu normalnya nggak wajib, normalnya secara (فقة ) fiqh/fikih nggak wajib, karena timing-nya, waktunya sudah kelewat.
Misalnya anak SD atau SMP sekolah jam 2 siang, datang jam 4 sore, kan normalnya sudah nggak ada gunanya, karena waktunya sudah selesai. Padahal sholat itu berwaktu.Tapi karena Nabi pernah قضاء Qodlo – Mengganti. Nabi itu pernah, dan Nabi itu memang orang luar biasa. Pas قضاء (Qodlo’ – Mengganti) saja didesain nggak salah. Padahal mestinya قضاء Qodlo – Mengganti itu kan gimana itu. Nabi itu sudah sekitar setengah 4 atau jam 3, bilang ke Shohabat Bilal bin Robah, “Bilal saya ini ngantuk mau tidur” Dawuh Nabi Muhammad SAW. “Ya tidur saja ya Rasulullah, saya ini mau sholat malam sampai subuh, tenang saja” Jawab Bilal. “Ya kalau begitu اقْلَ لَنَا ليلى (iqla Lanaa’ Lail) kamu jaga” lanjut Nabi Muhammad SAW. “Ya tenang saja Nabi”jawab kembali Bilal.
Setelah sholat, ternyata Bilal ketiduran juga. Sampai sekitar jam 8 lah kalau enggak setengah 9, sampai tidak membangunkan kita kecuali kharru syamsi, sampai pada hari panas. Terus Nabi tanya, “Bilal gimana janji kamu?” Katanya, Bilal enak/muadah. “Saya juga ngalami apa yang kau alami Yaa Rasulullah”. Akhirnya terus Nabi nyuruh Bilal. Nyuruh, alhasil diadakan sholat jama’ah. Nah berkahnya Nabi didesain lupa tadi, diketahui kalau sholat qodlo’ itu wajib. Andaikan tidak terjadi kesalahan itu, maka qodlo’ itu tidak wajib. Karena momentumnya sudah kelewat.Jadi itu yang dengan arti itu tadi.
مَا كُنتُ أَنْسَى وَلَكِنْ أُنسى لأجل السُّنَّةِ (Mã kuntu ansā walākin unassā li’ajlis sunnah) Saya ini enggak pernah lupa, tapi sering didesain Allah itu lupa. Supaya orang tahu kalau beribadah pas lupa, atau ada kesalahan sosial apa, cara membenahinya gimana.
Begitulah kutipan bagaimana Gus Baha menceritakan asal muasal hukum wajib qodlo’ sholat. Wallahu a’lam bisshowab.
Sumber:
