Hari demi hari masih terasa sama, pagi datang dengan mataharinya, malam datang dengan bulannya yang elok serta dibarengi dengan pikiran yang kembali berputar, tentang “kemana arah hidup ini membawa ku atau ku bawa kemana arah hidup ini seharusnya?” Tapi, entah kenapa akhir-akhir ini terasa ada sedikit perbedaan yang muncul. Bukan berarti hilangnya rasa bimbang itu, tapi ditandai dengan selalu adanya kejadian-kejadian kecil yang mengesankan. Aku mulai menyadari bahwa dibalik setiap rasa bingung, Alloh sedang mengajarkan sesuatu yang berharga kepada makhluk-Nya.
Sekarang, aku mulai memperhatikan hal-hal kecil yang dulu terasa kecil kini menjadi lebih berarti. Seperti pertemuan singkat dengan orang asing yang ucapannya tiba-tiba terasa menenangkan, ntah kenapa, kejadian seperti ini terasa sering terjadi akhir-akhir ini. Cerita pengalaman, nasihat dan kata-kata bijak sering menggempur daun telinga ini, yang dulu dianggap seperti angin berlalu, tapi sekarang menimbulkan rasa berkesan dan menggugah hebat pikiran yang sempit ini.
Konten-konten bacaan acak di media sosial pun isinya seolah-olah potongan jawaban yang menjawab dari keresahan yang dirasakan oleh hati dan pikiran ini. Awalnya semua itu kupikir hanya kebetulan semata, tapi semakin sering terjadi, semakin aku yakin bahwa mungkin inilah cara Alloh memberi petunjuk kepada makhluk-Nya, lewat lisan orang, lewat tulisan sederhana atau bahkan lewat layar ponsel yang selalu berada di tangan.
Tanda-tanda itu tidak datang dalam bentuk petunjuk yang gamblang. Ia hadir dalam ketenangan yang perlahan tumbuh di hati, memberi ruang dan peluang bagi harapan baru. Dalam doa yang tidak lagi sesering dulu memaksa jawaban, tapi mulai berubah menjadi permohonan agar diberi keikhlasan dalam setiap pilihan. Mungkin memang belum saatnya untuk tahu arah yang pasti, tapi aku bisa merasakan bahwa langkahku sedang dipersiapkan menuju sesuatu.
Meski begitu, kadang aku masih merasa gelisah, merasa belum cukup berbuat apa-apa. Selalu ada malam-malam ketika kegelisahan kembali datang, lalu aku mencoba merenung, tentang mengapa kebingungan ini terasa begitu lama bertahan dan hinggap di dalam jiwa ini, dan mengapa belum juga kutemukan kepastian? Tapi di sisi lain, ada rasa tenang yang aneh , seolah-olah Allah sedang berbisik, “Tidak semua harus kamu pahami sekarang. Cukup jalani, cukup rasakan dan cukup percayai.” Mungkin memang begitulah cara Allah menuntun dengan memperlambat langkah makhluk-Nya agar ia tidak hanya sampai di tujuan, tapi juga memahami makna setiap langkahnya.